Pelajar Peserta UN dapat Pesan Penting dari Anies Baswedan

Antusiasme terlihat dari ratusan wajah anak didik saat bertemu dengan Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan di Masjid Jami Matraman, Jakarta (2/4). Mereka melakukan pembekalan dan mendapatkan suntikan motivasi dari Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini sebelum menjalankan Ujian Nasional (UN) dalam waktu dekat ini.

Anies memulai interaksi dengan menanyakan definisi pemimpin kepada ratusan pelajar di lokasi tersebut. Lalu pertanyaan itu di respon oleh salah seorang siswi disana, “pemimpin harus bisa mencontohkan ke bawahannya, dimana kerjanya tuntas”.
Seorang pelajar bertanya “Lalu Bagaimana Akhlak Seorang Pemimpin?”tentu saja pertanyaan ini mendapat jawaban baik dari Anies. Menurut Anies, “Seorang Pemimpin itu orang yang bisa menjadi contoh”.

Anies melanjutkan dengan menantang para peserta didik yang datang untuk menjelaskan definis pemimpin. Salah seorang murid pria bernama Arief menjawab “ Pemimpin itu merupakan orang-orang yang dapat memberikan contoh yang baik kepada orang lain”.

“Tapi, kenapa sih seseorang disebut pemimpin? Ayo kenapa?” kembali Anies bertanya. ‎”Karena bisa mengorganisasi, bisa memengaruhi,” jawab Arif.
Jawaban Arief belum sepenuhnya benar, Anies mencoba melengkapi dengan menjelaskan seorang dapat disebut pemimpin apabila telah memiliki pengikut.
“Kamu seorang pemimpin jika memiliki pengikut. Kalau tidak memiliki pengikut, kamu bukan pemimpin,” jawab Anies disambut tawa lepas murid.

Anies menuturkan di depan ratusan anak didik bahwa siapapun dapat menjadi pemimpin. Anies memberikan contoh antara pemimpin baik dan pemimpin buruk. Seorang imam yang memimpin salah adalah konsep pemimpin baik. Karena, menjadi imam dalam pelaksanaan ibadah bukan keinginan sendiri namun melainkan atas pemintaan orang lain yang menjadi makmun.

Selain itu seorang preman juga dapat dikategorikan sebagai seorang pemimpin lantaran telah memiliki anak buah. Namun preman masuk dalam konsep pemimpin buruk.

Oleh sebab itu, Anies berpesan kepada para pelajar di lokasi Masjid Jami Matraman agar mereka dapat mengikuti konsep pemimpin baik. “Jangan berpikir jadi Jabatan. Jadi belajarlah kepemimpinan dengan konsep itu. Anak muda disebut pemimpin bila dia diikuti sebanyak-banyaknya secara sukarela,” tutupnya.

 

Sumber: OKEZONE

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s